Khamis, 26 November 2009

Sonic and Friends Sing "The Fast Food Song"







More fun than you can shake a shake at!

The Fast Food Song
Can I take your order please?

Let's eat to the beat

(Chorus)
A pizza hut a pizza hut
Kentucky fried chicken and a pizza hut
A pizza hut a pizza hut
Kentucky fried chicken and a pizza hut
McDonalds McDonalds
Kentucky fried chicken and a pizza hut
McDonalds McDonalds
Kentucky fried chicken and a pizza hut

You like it you love it
You know you really want it
The voices I hear
Whenever you're around

I want it I need it
Nothing else can beat it
Hot and spicy
Whenever I'm in town (mm mm)

Enticing exciting
Aroma so inviting
And whenever it hits
Me, I wanna take you home

Trust me you must see
Just what you're doing to me
Driving me crazy
Hungry to the bone

I think of you and lick my lips
You've got the taste I can't resist
Can't resist - can't resist
Let's eat to the beat

(Repeat Chorus)

Would you like that to go?

Any sauces?

You're so sweet and you're neat
You knock me off my two feet
You're chunky and hunky
I'm coming back for more (Hot Dog)

Your taste all embraces
I gotta sing your praises
Just savour the flavours
Waiting at your door

I think of you and lick my lips
You've got the taste I can't resist
Can't resist - can't resist
Let's eat to the beat

(Repeat Chorus)

Does anyone fancy a shake?
Shake
Ooh ooh ooh ooh ooh
Shake it to the left - Shake it to the right - Let's shake
Ooh ooh ooh ooh ooh

I think of you and lick my lips
You've got the taste I can't resist
Can't resist - can't resist
Let's eat to the beat

(Repeat Chorus)

Rabu, 25 November 2009

Sepi



Hidup yang indah menjadi sepi,
Umpama gua tanpa sinaran mentari,
gelap gelita.....

Namun,
hidup mesti diteruskan jua,
walaupun pedih dan kesedihan bermain-main di jiwa yang penuh luka,
menghiris-hiris jiwa yang mengenangkan
keindahan semalam yang berlalu pergi meninggalkanku..

Oh....

Wahai sang kebahagiaan,
datanglah bersama dikau kepadaku,
diri yang merinduimu,
diri yang dahagakan dirimu,
diri yang mahukan dirimu kembali.

Aduhh...
Indahnya kenangan semalam,
hingga menjadikanku semakin kelam
di tenggelami kesunyian..

Apakah ini suratan
kepada diriku
atau mimpi yang menghantui diriku?

Sungguh indah cahaya kebahagiaan,
kerana menerangi insan yang berasa sepi..

Namun diriku masih berada dipadang pasir kesepian
yang kehausan dan keseorangan
yang mengharapkan air kebahagiaan
daripada seseorang yang mampu memberi..

Abdul Rahman al-Baweani (ARaB),
Nov, 2009

Jumaat, 6 November 2009

Mat Punk.. (klako gile lah)



Seorang orang tua sedang duduk di kerusi di sebuah taman bunga sambil menikmati udara petang.. Tiba-tiba seorang anak muda bergaya punk duduk di sebelah si atok tersebut...

Rambut anak muda itu dicat kuning dan hijau, sementara rambut-rambut yang berdiri dicat jingga dan ungu. Di sekeliling matanya diwarnakan hitam. Orang tua itu lama menatap si punk tersebut...

Merasa terganggu dengan tatapan orang tua itu.. pemuda punk itu bertanya.. "Eh, pakcik.. kenapa tenung saya macam tu..? apakah dulu waktu muda pakcik tidak pernah buat kerja yang gila-gila?"

Setelah menarik nafas panjang... orang tua itu menjawab.. "Tentu saja pernah. Dulu aku pernah mabuk teruk..

dan ketika mabuk itulah aku merogol seekor burung kakatua. jadi sekarang ini aku keliru... jangan-jangan kamu adalah anakku."


* Dipetik dari gelihati.blogspot.com..

Isnin, 2 November 2009

Jangan Bersedih, Kerana Sesungguhnya Masa Itu Bersilih Ganti


Terdengar suara-suara bunyi kipas angin berpusing-pusing, disamping kedengaran suara bunyi cengkerik-cengkerik di luar bilikku. Sudah beberapa hari hujan pada waktu petang dan malam. Mungkin inilah dikatakan rahmat Allah SWT kepada hamba-hambaNYA.

Jam dilaptopku telah menunjukkan jam 2.38 pagi bersamaan hari Isnin. Hari yang sama seperti saat diriku dilahirkan di atas bumi Allah SWT. Walaupun berasa penat kerana banyak berjalan dan meredah hujan pada sebelah petang, kemudian disambung pula dengan discussion group untuk exam pada petang nanti.

Walaupun dikatakan sudah lewat pagi dan keletihan. Hatiku seolah-olah ingin membaca sesuatu ; mungkin juga lama juga aku tidak membaca kitab La Tahzan agaknya. Ku ambil kitab berwarna kuning ini dan ku belek dan terbukalah muka surat 447 yang bertajuk 229. Jangan Bersedih, Kerana Sesungguhnya Masa Itu bersilih Ganti.

Ohho, terlupa pula kepada kawan-kawan pula. Hehehe... Maaplah, terlupa pula pada korang semua, yang ARaB kena berkongsi dengan korang semua.

229. Jangan Bersedih, Kerana Sesungguhnya Masa Itu Bersilih Ganti

Abdullah bin Az-Zubair memenjarakan Muhammad Bin Al-Hanafiyah di penjara 'Arim di Mekah. Maka berkatalah Kutsastsir 'Azzah:

Keindahan dunia ini
tidaklah kekal bagi pemiliknya
dan kesulitan yang ada padanya
bukanlah merupakan harga mati.
Masing-masing dari keduanya
mempunyai masanya sendiri
yang pasti akan berlaku
dan semua yang ku alami
terasa seperti mimpi di siang hari.

Beberapa abad kemudian saya renungkan syair itu, dan ternyata Ibnu Zubair, Ibnul Hanafiyah, dan penjara 'Arim tidak lebih dari sebuah mimpi.

..... adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar. (Maryam: 98)

Kedua-duanya telah tiada: yang menzalimi dan dizalimi, yang memenjarakan dan yang dipenjarakan, semuanya telah mati.

Setiap orang yang melukai seseorang akan memiliki hari yang penuh luka.
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka.

Dalam sebuah hadith disebutkan:

Senua hak(kelak pada hari kiamat) pasti akan ditunaikan kepada yang berhak menerimanya, sehingga kambing yang tidak bertanduk pun dapat menuntut balas (perlakuan kejam) kambing yang bertanduk.

Berkata seorang penyair:

Anggaplah dirimu, hai orang yang terpedaya
berada pada hari kiamat
saat langit bergolak dengan dasyatnya
Orang yang tidak berdosa pun ketakutan
terhadap kengeriannya
maka terlebih lagi dengan keadaan orang
yang bergelumang dosa sepanjang usianya.

*****************************************************************************
Aku hanya insan biasa
tidak mampuku mengubah masa depan
hanya berserah kepada Tuhan
kerana itulah yang lebih baik yang ku harapkan.
(ARaB, 2009)